22 Desember 2024 [Time to Change, Time to Stand Up]

 



Hai? :)

Hari ini adalah 9 hari sebelum akhir tahun 2024. Tidak aku sangka bahwa tahun ini akan berlalu begitu cepat. Banyak yang terjadi pada tahun ini, tawa, tangis, ketakutan dan harapan. Tapi banyak yang bisa dijadikan pelajaran. Walaupun aku masih belum menjadi the best version of myself tapi aku berusaha untuk terus belajar memperbaiki diri dan menerima diri sendiri. Hal hal yang terjadi pada tahun ini lebih banyak mendorong aku untuk lebih mengerti akan diri sendiri dan mencoba untuk menerima apa yang terjadi dalam hidup. Memang dulunya menyakitkan dan membuat diri ini tidak bisa berpikir dengan hati tenang. Perasaan menggebu dan kebencian menutup kemungkinan manusia untuk dapat berpikir dengan jernih. Namun, hal hal yang sebelumnya seperti tornado saat ini sudah mulai bisa kurasakan seperti angin yang sedikit lebih lembut. Kemarahan tanpa kejelasan yang ia lakukan sudah bisa kuterima dengan "ini umum terjadi" "ia memang orang seperti ini" "dia memang sulit mengendalikan amarah" "semoga amarahnya bisa cepat reda". Melihat kedua orang tuaku yang dulunya tidak pernah atau jarang tidak berselisih dan kapan hari setuju akan ide satu sama lain membuat aku bahagia dan ingin memeluk mereka. Bukankah hal seperti itu bisa dilakukan? kenapa kalian membutuhkan waktu perpuluh tahun dengan penuh tengkar dan amarah sedangkan kalian bisa dengan baik membicarakan keinginan masing-masing dengan pelan dan saling mengerti? 

Pada akhir tahun ini aku ingin melangkah menuju perubahan. sedikit demi sedikit mempersiapkan 2025 dengan susunan rencana perubahan yang ingin aku lakukan di tahun depan. Semoga tahun 2025 menjadi tahun yang baik. Walaupun mungkin ada yang tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan, aku harap aku diberi kesabaran dan kelapangan dada untuk menerimanya. Satu hal yang aku harus ingat secara terus menerus adalah semua yang terjadi di dunia ini, apapun rencanaNya, adalah yang terbaik untuk diri ini. Kita hanya perlu untuk tetap percaya dan berpikir positif. Berobat dengan para ahli ternyata memang lebih membantu dibandingkan dengan hanya memikirkan hal tersebut secara sendirian. Walaupun pada akhirnya akan datang waktu yang membuat kita sadar bahwa masalah yang kita pikir besar ini bisa menjadi sangat sederhana dan sedikit memalukan untuk melibatkan orang lain dalam menyelesaikannya. Tapi perlu diingat bahwa seeking professional help is not a sin nor a mistake karena terkadang memang kita membutuhkan pov orang lain dalam melihat masalah yang kita hadapi sehingga bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. 

Comments