Hai!
Hari ini aku mempelajari suatu hal yang menarik. Ada dua hal yang terjadi dan ingin aku tuliskan sebagai pengingat dan pembelajaran.
Hal yang pertama adalah kindness; kebaikan yang kau lakukan hari ini dan pikiran positif akan keadaan dan tentunya terhadap Yang Maha Kuasa akan dibalas 100% sesuai yang engkau butuhkan. Hal ini dapat dirasakan dengan cepat maupun mungkin membutuhkan waktu yang lama, yang jelas adalah marilah kita selalu bersyukur dan melakukan yang terbaik. Hari ini aku merasakan moment keajaiban ini di rumah sakit.
Hal yang kedua adalah hari ini aku mempelajari cara terapi yang menarik, yaitu CBT (Cognitive Behavioral Therapy). Sore ini aku akan mencoba melakukannya karena aku merasa buruk secara tiba-tiba. Sebelumnya aku akan membahas terkait persepsi, aku tahu bahwa manusia memiliki persepsi mereka masing-masing dan tidak mungkin kita langsung paham apa yang orang lain rasakan tanpa mengerti keadaan mereka terlebih dahulu, tanpa mengerti cerita mereka terlebih dahulu. Sebelum kita mengetahui secara pasti pandangan mereka maka kita hidup dalam persepsi kita masing-masing dalam memandang orang lain. Hari ini tiba-tiba datang sebuah pesan yang aku tahu maksudnya baik tapi aku bisa dibilang tidak baik saat menerimanya. Maka dari itu aku akan mencoba untuk menerapkan CBT.
- SITUASI
- PIKIRAN OTOMATIS
- Ingin berhenti bertemu dengan orang tersebut
- Takut jika orang tersebut terlalu dalam mengerti terkait keadaan diri
- Takut akan persepsinya berubah akan diri ini
- Takut orang tersebut akan merendahkan saya (lebih ke menjudge kenapa bisa sampai separah ini) karena keadaan yang saya alami
- Berpikir bahwa persepsinya terhadap saya selama ini adalah saya tidak ada usahanya, saya kurang berusaha untuk mengondisikan orang tua, dan orang tua saya sangat buruk.
- PERASAAN OTOMATIS (0-10)
- Tidak nyaman (10)
- Sakit hati (8)
- Benci karena merasa dirinya tidak kunjung paham atas keadaan yang saya alami dan persepsinya terhadap orang tua saya membuat saya jengkel (8)
- Merasa terpojokan seperti saya tidak berusaha (8)
- RESPON
orang lain alami).
Selain itu adalah responnya saya menuliskan rasa yang saya alami panjang dan lebar dengan
harapan ia bisa paham dan sedikit merasa bersalah karena terlalu sering meminta keluarga saya
untuk segera paham dengan kata-kata "dikondisikan" :)
- KONSEKUENSI
- PIKIRAN ALTERNATIF
tidak bercerita dengan jelas.
- Tidak bertemu dengan orang tersebut tidak menyelesaikan masalah
- Membuat mereka paham atas apa yang kita pikirkan dan keadaan kita akan membuat komunikasi lebih baik
- Terbuka lebih baik daripada harus menutupi diri sendiri (cukup berusaha menjelaskan tanpa marah)
- Tidak ada bukti bahwa hal hal yang saya pikirkan akan terjadi karena detilnya belum pernah
saya utarakan
- PERASAAN ALTERNATIF (0-10)
- Sakit hati (4)
- Benci karena merasa dirinya tidak kunjung paham atas keadaan yang saya alami dan persepsinya terhadap orang tua saya membuat saya jengkel (4)
- Merasa terpojokan seperti saya tidak berusaha (4)
- RESPON ALTERNATIF
- KONSEKUENSI
Maka dari itu, di sini, menulis, dan berpikir secara perlahan, menyusun apa yang lebih baik dilakukan, tidak impulsive, dan memberanikan diri untuk melawan perasaan dan pikiran yang terlintas sedikit membantu. Hal ini mungkin akan sering aku lakukan, karena rasanya seperti berhenti sejenak untuk berpikir dengan tenang. Mungkin masih tidak nyaman karena aku masih menjawab dengan
"Oiya mbak mungkin memang salahku juga karena kurang detil cerita terkait keluargaku dan keadaanku, insyaAllah nanti saat waktunya tepat aku akan cerita lebih detil karena sepertinya keadaanku tidak sebaik yang aku perlihatkan dan keadaanku masih nggak sestabil yang mungkin dipikirkan 🙏🏻"
namun, aku rasa hal ini sudah cukup baik. Perception adalah hal misterius yang tidak bisa 100% bisa kita tebak. Hal ini karena kita hidup sebagai diri sendiri dan orang lain hidup sebagai diri mereka sendiri. Kita tidak bisa memaksa pemikiran mereka dan mereka tidak seharusnya memaksa pemikiran mereka terhadap diri kita.
Comments
Post a Comment